Menulis dan menulis

foto di ambil dari google

foto di ambil dari google

Setelah sekian lama waktu berlalu… akhirnya bisa memulai kembali menulis. Walaupun mungkin dengan gaya bahasa yang belum rapih tapi ada kepuasan tersendiri  jika tulisan kita bisa dibaca orang.  Awalnya hobi ini muncul saat lidah ini kelu dalam berbicara. Ia tidak bisa tegas dalam berkata dan masih malu-malu menyampaikan isi hati.

Terinspirasi dari orang-orang yang pandai menulis dengan kebeningan hati, kehangatan ruhiyah, dan kecemerlangan jiwa. Seperti Sayyid Quthb Ibrahim yang meninggalkan karya luar biasa. Sebuah jejak peradaban yang sulit dihapuskan keberadaannya. Walaupun raganya telah mati namun goresan pena-nya memberikan inspirasi bagi generasi penerus setelahnya. Idenya terus hidup hingga akhir zaman nanti. Dibalik  jeruji  besi  Ia sampaikan sebuah kebenaran.  Lalu karyanya menjadi salah satu sejarah peradaban yang dinikmati sampai detik ini.

Perasaan kita akan “plong” bila sudah menulis  dalam lembaran-lembaran file (hehe… iya coz pake komputer, sudah tidak dibuku lagi…). Yah, kupikir mungkin inilah caraku meluap-kan segala emosi yang ada dalam jiwa ini. Ketimbang mengkritik banyak hal dan mengeluarkan bahasa retorika semata, walaupun hal itu tidak sepenuhnya salah. Goresan pena ini akan membawa kita pada bahasa yang bijak karena sebelum menulis pasti kita akan berfikir terlebih dahulu tentang apa yang kita ingin tulis. Dan cara terbaik untuk melatih kecerdasan adalah dengan banyak membaca. Korelasi antara membaca dan menulis sangat erat, karena keduanya akan saling melengkapi. Lalu disertai dengan pengalaman-pengalaman yang bisa menjadi hikmah buat semuanya.

Hhmm.. tersenyum dalam hati kecilku… alhamdulillah bisa melatih diri untuk menulis lagi. Semoga ke depan bisa bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri. Ya, terkadang tulisannya masih menjadi konsumsi terbatas, saat membaca kembali maka tertawa atau marah senidiri. Sekarang, akan kucoba menyenangkan hati khalayak ramai…

Semoga goresan pena yang hadir mampu mengukir kekuatan ruhiyah yang dalam… mengalirkan energi  kebaikan dengan kalimat Illah agar lebih bermakna.

Seorang sister bilang, “Jangan takut untuk menulis, apapun tulisan yang kau goreskan itu…”

Iklan