Guru climber

Bismillah

Selama dua pekan ini aktivitas diisi dengan pengalaman baru. Belajar mempersiapkan diri menjadi guru. Luar biasa deh yang namanya guru itu. Untuk berdiri di kelas selama 45 menit saja membutuhkan perencanaan yang rapih supaya kelas tidak membosankan. Kayak mau perang aja, senjata yang dibawa harus banyak.
Baca lebih lanjut

Iklan

Obsesi Kader Dakwah

fw

Foto diambil dari google

 

“Impian hari ini adalah kenyataan hari esok…” (Imam Syahid Hasan Al-Bana)

Hari ini kita berjuang, Esok untuk kejayaan Islam.

Subhanallah begitu dahsyatkah sebuah mimpi? Antara mimpi, cita-cita dan berharap (roja’)…hmm nggak jauh beda tapi memang berbeda. kita bermimpi untuk masa depan berarti kita sudah membayangkan sesuatu yang belum terjadi, bercita-cita untuk bisa mewujudkannya dan berharap bisa benar-benar jadi kenyataan. Yeah, membuat Planing besar dalam hidup. buat apa sih kita hidup di Dunia? kalau dulu (waktu SD) kalo ditanya cita2nya mo jadi apa? biasanya kita bakal jawab “mau jadi Dokter / guru / polisi / etc”.  Tapi sekarang, seiring bertambahnya usia, seiring bertambahnya kedewasaan, seiring bertambahnya amanah kita maka berubahlah orientasi hidup. Tidak sekedar punya cita-cita, tapi berusaha untuk mewujudkannya. sekalipun sebuah mimpi yang “sangat ideal”.

Tentang Dakwah, Tarbiyah dan Personal…

Menurut ane inilah mimpi terbesar itu dan memang “sangat ideal”. mimpi seperti apakah itu? ane/antum/kita semua pasti pingin ngerasa-in yang namanya kejayaan Islam seperti jzamannya para sahabat Rasulullah SAW. Iya nggak? ngaku dech. Sayang dulu Qt blom lahir jadi nggak sempet merasakan dan cuma bisa mendengar cerita-cerita itu dari orang-rang terdahulu (org tua). Mendengar dahulu Qt pernah menguasai 2/3 dunia  dengan panji Islam. NOW..The Fact is… masa-masa itu telah runtuh, apakah Qt mau kejayaan dahulu cuma tinggal sejarah? siapakah orang-orang yang dulu memperjuangkan kejayaan itu? jawabnya adalah PEMUDA. Di tangan pemudalah semua bakal bisa berubah karena Qt adalah Iron stock, agent of change, dan benteng moral. sebuah cita-cita besar untuk mengembalikan kejayaan Islam.

Bagaimana caranya?

Mo menguasai dunia bukan hal yang mustahil tapi perjalanannya pun bukan semudah itu. Ada banyak terjal yang harus dilalui. Nggak usah jauh-jauh Qt mulai aja dari diri sendiri, kalo kata AA Gym (3M : Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal terkeci, Mulai saat ini juga). Di tengah riuhnya “Hedonisme” dikalangan pemuda, Qt tunjukkan bahwa Qt (PEMUDA ISLAM) jelas beda. Qt punya orientasi hidup yang JELAS dan CONTINUE. Melakukan perbaikan diri, mencharge ruhiyah dengan rutin / pekan (bahasa kerennya LIQO), dan mencoba ngajak temen-temen yang lain karena Islam bukan cuma buat Qt. Islam Rahmatan lil ‘alamin…Syurga bukan cuma buat Qt,,teman-teman Qtpun punya hak. TARBIYAHlah kuncinya… disaat yang lain lelah mengarungi hidup dengan orientasi keduniawian, “disini” kita tetap terjaga teman. Jadi inget kata murobbi (guru ngaji) ane :

“Tarbiyah emang bukan segala-galanya tapi maybe segala-galanya bermula dari TarbiyaH”

Yup, Qt semua bermimpi ketika kita naik angkot, sudah ada angkot khusus untuk Ikhwan (cowo) atau khusus akhwat (cewe). Katika ke Warnet ada hijabnya (subhanallah… ; >). ini baru beberapa mimpi, masih ada berjuta mimpi lagi….

Qt menginginkan hidup yang “tawazun”, Dakwah bukan cuma di masjid-masjid. Di kantor, di pasar, di laboratorium, di Parlemen atau tempat lainnya. semua bisa berkontribusi. Fuih…semua butuh kerja keras. sapu lidi kalo cuma dipake 1/2/3 doank nggak bakal selesai nyapu halaman  (apalagi halman Biologi..he..). Kata dosen ane hidup kudu berjamaah. Yup, bener banget dech. Lagi-lagi Team Work emang dibutuhin disegala aspek buat dapetin satu tujuan kita “kejayaan Islam”. Nggak masalah cara atau kendaraan atau wasilah (sarana) yang Qt pakai beda yang penting tujuannya sama. (asal jangan keluar jalur aja : tidak sesuai al-Qur’an dan al-Hadis).

Yup, ane rasa Obsesi kita sebagai kader Dakwah sudah jelas. Qt semua adalah da’i sbelum segala sesuatu. Nggak hanya aktiVis yang aktif di LDK doank yang dikategorikan sbg DA’I. SEMUANYA MEN…Ane, antum, bokap, nyokap, om, tante, dari buyut ampe cucu, semuanya sama-sama da’i. Bedanya tinggal ke masing2 orang mo pada ngejalanin apa nggak dan mungkin caranya berbeda. (it’s ok…)

TUJUAN kita jelas kok:

perbaikan diri sendiri—> Pembentukan keluarga islami—> pembentukan masyarakat “madani” —-> Pemerintahan Islami—-> Ustadiyatul alam (Islam sbg satu2nya refrensi, islam rahmat seluruh alam)

Ya… itu baru menurut ane. semoga nggak Subyektif dah. Menurut antum semua gmn??

Adakah nikmat yang lebih besar daripada taat kepadaNya?

Adakah investasi yang lebih tinggi daripada taqwa kepadaNya?

Adakah perniagaan yang lebih kekal daripada berjihad di jjalanNya?

Moga bermanfaat….!!!!