Never ending proses….

 

Sebuah cerita tentang seseorang yang bangun tidur dan merenungkan tentang KUNCI SUKSES HIDUPNYA jendela kamar bilang, “Lihatlah dunia luar!” langit-langit kamar berkata, “Bercita-citalah setinggi mungkin!” jam dinding berdetak, “Setiap detik itu berharga!” cermin bergumam, “Berkacalah dalam bertindak!” kalender berbicara, “jangan menunda sampai besok!” pintu berteriak, “Bukalah hidupmu dengan semangat dan bergeraklah.” Tapi yang wajib diperhatikan adalah pesan bijak si permadani yang menghampar di lantai, “Berlutut dan berdoalah!”

 

Bismillah…Ā 

[MASIH] Berjuang mengumpulkan kunci-kunci itu…

Saya Guru, bukan Buruh!

“Ketika seorang guru disamaratakan dengan buruh, maka pola penggajiannya tak akan jauh beda. Lebih dari itu, apresiasi kinerja guru juga dihitung atau hanya dilihat dari kuantitas jam kerjanya, aktif dalam kegiatan, dsb. Sanksi atau raport merah selalu diiming-imingkan sebagai seringai penaklukan ketika ada guru yang dianggap bermasalah. Pernah tidak kami di tanya, “apakah Anda telah mengajar dengan senang? Apa masalah Anda di dalam kelas? Apakah yang bisa kami bantu agar Anda lebih bersemangat dalam mengajar? Apa anak-anak membutuhkan sesuatu?” Mungkin itu pertanyaan-pertanyaan hangat yang selalu dinanti oleh kami. Bukan hanya soal materi, ini soal kedekatan hati, soal apresiasi. Sebab kami mencintai anak didik kami, jauh lebih dari materi yang kami dapati. Sungguh!”

(Sri Maryani, S.Pd -tempat belajar menjadi guru keren)

Ujianmu ada di dalam dirimu sendiri

Hidup itu penuh dengan ujian yah. Saat hati tak mau kompromi dengan keadaan, ia jadi berat melangkah ke depan….

Setiap manusia punya ujiannya masing-masing. Allah selalu punya cara untuk membuat kita menjadi dewasa. Kita tidak pernah tahu akan berhenti di titik mana ujian kita, yang jelas life’s must go on….

Permasalahannya kadang ujian itu berasal dari dalam diri kita sendiri. Jadi jika masalahnya mau selesai bereskan dulu hati kita, pikiran kita, ruhiyah kita, ibadah kita, amal kita, habluminallah kita. Jangan jadikan hidup kita beban. Nikmati saja yang sudah Allah berikan.

Ujian hidupnya berseteru dengan dirinya sendiri. Setiap saat ada perang batin dalam hatinya. Semua dapat menjadi ringan jika kita mau berlapang dada toh. Belajar bersyukur menerima keadaan.

Tabiat manusia tidak pernah puas, jika tercapai keinginan yang satu maka ia akan mengejar keinginan yang lainnya. terus…dan terus…

Ya Rabbana, jadikan hamba orang yang bersyukur, bersabar, ikhlas, istiqomah dalam kebaikan, positif dalam berfikir, dan semua kebaikan-kebaikan…..

Menulis dan menulis

foto di ambil dari google

foto di ambil dari google

Setelah sekian lama waktu berlaluā€¦ akhirnya bisa memulai kembali menulis. Walaupun mungkin dengan gaya bahasa yang belum rapih tapi ada kepuasan tersendiriĀ  jika tulisan kita bisa dibaca orang.Ā  Awalnya hobi ini muncul saat lidah ini kelu dalam berbicara. Ia tidak bisa tegas dalam berkata dan masih malu-malu menyampaikan isi hati.

Terinspirasi dari orang-orang yang pandai menulis dengan kebeningan hati, kehangatan ruhiyah, dan kecemerlangan jiwa. Seperti Sayyid Quthb Ibrahim yang meninggalkan karya luar biasa. Sebuah jejak peradaban yang sulit dihapuskan keberadaannya. Walaupun raganya telah mati namun goresan pena-nya memberikan inspirasi bagi generasi penerus setelahnya. Idenya terus hidup hingga akhir zaman nanti. DibalikĀ  jerujiĀ  besiĀ  Ia sampaikan sebuah kebenaran.Ā  Lalu karyanya menjadi salah satu sejarah peradaban yang dinikmati sampai detik ini.

Perasaan kita akan ā€œplongā€ bila sudah menulis Ā dalam lembaran-lembaran file (heheā€¦ iya coz pake komputer, sudah tidak dibuku lagiā€¦). Yah, kupikir mungkin inilah caraku meluap-kan segala emosi yang ada dalam jiwa ini. Ketimbang mengkritik banyak hal dan mengeluarkan bahasa retorika semata, walaupun hal itu tidak sepenuhnya salah. Goresan pena ini akan membawa kita pada bahasa yang bijak karena sebelum menulis pasti kita akan berfikir terlebih dahulu tentang apa yang kita ingin tulis. Dan cara terbaik untuk melatih kecerdasan adalah dengan banyak membaca. Korelasi antara membaca dan menulis sangat erat, karena keduanya akan saling melengkapi. Lalu disertai dengan pengalaman-pengalaman yang bisa menjadi hikmah buat semuanya.

Hhmm.. tersenyum dalam hati kecilkuā€¦ alhamdulillah bisa melatih diri untuk menulis lagi. Semoga ke depan bisa bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri. Ya, terkadang tulisannya masih menjadi konsumsi terbatas, saat membaca kembali maka tertawa atau marah senidiri. Sekarang, akan kucoba menyenangkan hati khalayak ramai…

Semoga goresan pena yang hadir mampu mengukir kekuatan ruhiyah yang dalamā€¦ mengalirkan energiĀ  kebaikan dengan kalimat Illah agar lebih bermakna.

Seorang sister bilang, ā€œJangan takut untuk menulis, apapun tulisan yang kau goreskan ituā€¦ā€