Cemburu

Sudah tiga tahun…

Walaupun dia telah tiada dan fisiknya tidak pernah hadir diantara kami, tapi cemburu tetaplah ada.  Sesuatu yang tidak mudah dibuang dalam fikiran seseorang adalah kenangan. Apapun kenangan itu, baik ataupun buruk.

Awalnya tidak ada, lalu menjadi ada. Cemburu. Datang tidak diundang, dan pergi begitu saja… Sedih sih, padahal sudah tidak ada, tapi untuk berbagi dalam ingatannya saja rasanya sulit. hihihi, yah karena memang bukan yang pertama…. yang pertama biasanya lebih berkesan. Tapi kenapa harus pelit berbagi? ::bingung juga::

Kata Pak Mario di TV suatu hari, seseorang yang terluka dalam karena cinta menandakan orang tersebut adalah orang yang setia. Ya memang bisa jadi, dulu kan pernah terluka dalam atas kepergiannya untuk selamanya. terluka karena cinta… jadi pastilah akan setia pada cinta pertamannya. huffftttt…. mulai deh melow nya…. hihihi….

Saat rasa cemburu itu terlihat diantara kami, salah satunya berkata,

“Yang paling indah di dunia ini tentu saja melihat diri sendiri keriput, istri keriput, ompong, beruban, dan duduk santai melihat anak cucu bermain….”

DEG.

Senang mendengarnya. Dan semoga kebersamaan yang lebih lama darinya ini akan mengumpulkan kami semua di dalam syurgaNya kelak. Allahumma aamiin….

 

police

So, buang jauh-jauh cemburumu itu.

 

PWT, 31 Mei 2015

Virus Varicella Zoster a.k.a Cacar Air

Dear lovely reader…….

Cacar air. Ya, penyakit yang disebabkan oleh virus Vericella zoster ini akan kita bahas sedikit ya.  Tepatnya tiga minggu yang lalu saya terkena cacar di usia 28 tahun. Sepengetahuan orang tua, saya memang belum memiliki riwayat cacar. Mungkin saat tubuh saya drop virus ini kemudian bereplikasi dan menunjukkan eksistensinya.

Penyakit ini sungguh…sungguh…membuat saya tersiksa. Tapi alhamdulillah sudah lewat ya. Biasanya penyakit ini akan tidak mudah disadari telah bersarang dalam tubuh sejak awal, terutama masa inkubasi yang dibutuhkan bisa sampai 1-2 minggu. Pada saat tubuh panas saya pun belum menyadari. Saya mulai menyadari saat ada ruam merah di bagian atas perut dan sekitar punggung. Namun itu sudah terlambat untuk tertangani karena sudah memasuki hari ke 3. Lalu di hari ke 4 saya baru periksa ke dokter dan ternyata virus ini sudah menyebar tidak karuan.

Tanda-tanda yang sempat terekam oleh saya adalah suhu badan saat demam tidak terlalu tinggi, namun puncak demam terjadi di hari ke  4 dan 5 dimana saya merasakan menggigil dan panas disekujur badan ngga karuan. Luar biasa menahan rasa sakit yang disebabkan munculnya lesi / vesikel berisi cairan ini. Lesi paling banyak muncul di sekitar punggung, dada dan wajah. Saat itu saya sampai tidak kenal dengan wajah yang ada di cermin. Ya, wajah pun langsung full dengan lesi ini.

Foto-0654

Mengapa di bagian wajah penuh dengan lesi? Saya mencoba flashback. Pada awal ditemukan lesi berisi cairan yang ada di atas perut ini saya mengira ini jerawat, tanpa saya sadari saat mandi dan mengelap dengan handuk lesi tersebut sudah dalam keadaan pecah. Saya belum sadar kalo itu cacar. Saat berwudhu dan mandi berikutnya biasanya saya mengelap wajah dengan handuk tadi yang mungkin sudah tercemar banyak virus tadi. Nah, setelah itu lesi mulai bermunculan di bagian wajah  diikuti di mulut dan lidah yang menyebabkan tenggorokkan seperti radang. Susah nelen makanan. Bagian kepala juga rasanya nyu..nyut..nyut… saat sedang bersujud untuk sholat kepala rasanya sakiiit sekali. Matapun sampai iritasi. Nikmat sekali ya…..

Kebingungan mulai terjadi…. dua anak saya yang belum pernah kena cacar ini tidur sekamar semua dengan saya. Zaidan (3 tahun 10 bulan) dan Qonita (12 bulan) yang masih menyusui. Kebetulan suami dan saya sedang LDR jadi hanya akhir pekan kami bisa berkumpul. Dan dalam kesendirian itu kadang saya merasa sedih #halah***    disaat sedih itulah dengan kondisi badan yang tidak karuan terutama saat malam hari saya harus mengurus anak-anak juga. Sampai dengan hari ke 3 saya masih sanggup untuk melakukan semua  mulai dari masak, mencuci baju , menyuapi, memandikan anak-anak dan lain-lain…. namun di hari ke 5 saya pasang bendera putih alias nyerah.  Dengan sangat terpaksa Qonita saya titipkan di rumah khadimat. Namun ASIP tetap saya kirimkan untuk dia, tapii berhubung saya minum obat terus jadi susunya ngga enak gitu dan ngga habis. ASIP terlihat berwarna kehijauan. So, di sambung sufor deh.. fuiihh………

Oke, saya menikmati masa-masa itu (tapi kalau disuruh mengulang lagi ngga mau deh). Saya mulai membuka fiqih sunnah Sayyid Sabiq tentang adab orang sakit. Di  sana dikatakan kita boleh loh mengeluh terhadap rasa sakit yang kita alami tapiii…ada tapi nya yaa…. sebelumnya kita harus bersyukur dan bersabar terlebih dahulu terhadap ujian yang Allah berikan ini. ikhlas menerimanya begitu. Kemudian orang yang terkena cacar dalam buku ini harus diisolasi. Dia tidak boleh melakukan perjalanan keluar yang dapat berakibat menularkan sakitnya. Suami selalu memantau kondisi saya, mendoakan dan memberi nasehat agar bersabar dan memperbanyak dzikir. Disitu kadang saya merasa tenang… #eaa…. perhatiannya itu loh subhanallah deh… apalagi saat misua pulang ke rumah, dia yang merawat saya dengan baik, pekerjaan rumahpun dikerjakan semua. Emang dasarnya sudah rajin sejak masih kecil juga sih…

Oh iya untuk penyakit cacar ini FYI tidak ada obatnya loh, penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya dengan bantuan kekebalan imunitas dalam tubuh kita karena penyakit ini berasal dari virus. Hanya saja untuk mengatasi demam dan kemungkinan infeksi biasanya dokter akan memberikan parasetamol, antibiotik dan bedak salycil 2% atau suntikan immunoglobulin bagi yang kondisinya imun lemah. Berbagai perawatan wajah dan kulit saya jalani #eh. Mulai dari rajin memberi bedak ke seluruh badan, mandi dengan rebusan daun sirih kadang pakai PK juga, maskeran dengan jagung muda dan menggunakan sabun antiseptik. Pastikan diri kita tetap dalam keadaan Hygine ya…..

Satu lagi yang ngga kalah penting pemirsah…. ini adalah obat yang paling mujarab selama saya cacar dan berfungsi juga mempercepat cacarnya kering. Yap, Habbatussuda oil dan propolis. Dahsyat sekali…. bisa juga di bantu dengan jamu kunyit asem untuk mempercepat pengempesan pada lesi.

Ingat ya! Selama proses lesi layu sampai kering itu badan rasanya gateelll banget. Pingin nggarukkk…. malah suka ngga sadar ke potel tangan. Huufffttt…. Dan ternyata saat lesi ini kering disitulah penularan akan terjadi. Si virus akan mencari inang yang baru untuk bereplikasi. Hati-hati saat kontak dengan orang lain.

Sekarang cacar ini telah meninggalkan jejak yang sangat banyak, terutama bagian wajah. Semua orang yang ketemu saya mesti memandang dengan penuh keanehan dan mungkin juga merasa kasihan. Curhat ke suami tentang hal ini, eh malah dapet nasihat, “ngga apa2 mi…. abi tetep sayang sama umi…” hadooh, langsung adem…. tapi tetap saja sampai sekarang kepikiran. Ya karena saya bekerja, bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang menyebabkan minder juga pada akhirnya…. (sabaaarrr….)

Setelah dua minggu berlalu ternyata anakku tertular… hiks sedih banget rasanya…. cerita untuk qonita bersambung dulu yah…..

oke deh cukup ya.. semoga bermanfaat !

Pwt, 24 Maret 2015

kicauan hati di malam hari

Sejenak mari kita lupakan sudah berapa lama saya melupakan “menulis”…. Kali ini mari kita mulai kembali membuat catatan catatan baru.

Beberapa waktu yang lalu saya menerawang jauh ke masa lampau. Entah mengapa banyak hal yang dulu sudah direncanakan, menjadi berubah total. Semua itu ternyata memiliki hikmahnya sendiri. Berusaha untuk tidak menyesali apa yang sudah lewat, karena waktu memang tidak akan pernah mengalah. Tapi planing itu bukan berarti gagal…. hanya berubah saja. Walaupun perubahannya beragam, ada yang sedikit, separuh, bahkan total…hehehe…

Lika liku perjalanan hidup kitapun berubah, terutama saya. Awalnya single fighter…. lalu menjadi double dan akhirnya bertambah menjadi berempat. Mudah-udahan bisa nambah lagi ya.. Dalam pertambahan itu akan ada juga pertambahan planing ke depan. Dan yang pasti planing itu ngga bisa dibuat sendirian. Pasti akan saling berikatan antara planing satu dengan yang lainnya.

So, pada intinya “Gagal merencanakan = merencanakan kegagalan”

Saya menulis tulisan ini di tengah malam, ditemani putri kecilku yang sedang terlelap. Dan efek ngga bisa tidur juga sebenarnya.. hehehe..

Oke see u next time..

Semacam rindu menulis

Tadi sempat baca-baca catatan lama di blog wpismine.wordpress.com….
tentang sebuah idealisme yang selama ini kian menjauh dariku…. aduuhhhh, aku sedih kenapa tidak pernah lagi aku melanjutkan tulisan-tulisanku yang lainnya…

dengan kondisi sekarang ini … penuh kesibukan…..
mengajar, berdagang online, mengurus dua anak kecil, mengurus rumah, dan lain-lainnya masih sempatkah untuk diriku konsisten menulis…?

Fufufufu………

intinya aku rindu masa-masa itu…. masa dimana semangat menjaga idealisme yang kumiliki lewat tulisan…. aku rindu menulis untuk bisa memotivasi dan memberi inspirasi… walaupun tak banyak yang bisa aku ceritakan….

intinya…. rindu menulis….

Pwt, 11 juli 2014
00:00

Qonita Latifa

Perkenalkan anggota baru di keluarga kami…
Qonita Latifa

2

“U’iidzuka bikalimatillahit taammah min kulli syathonin wa haammah wa min kulli ‘aynin laammah”

nta2

Teriring doa dan harapan agar kelak putri kami bisa tumbuh menjadi anak yang sholihah yang senantiasa taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua serta dikaruniai keanggunan dan kelembutan hati.

Ummi, Abi, dan mamas Zaidan

Sudah Lama Tidak Menulis

Hai..Hai… Salam semangad kawan….

Sudah lama sekali ya saya tidak menulis disini…. dan selama itu pula kehidupan saya terus menerus mengalir dalam episode-episode yang baru. Semua itu membuat kematangan hidup saya (mungkin) semakin bertambah. Alhamdulillah sekarang sudah bergelar nyonya dan seorang ummi.

Bagaimanapun ceritanya, bagaimanapun keadaannya, atau bagaimanapun episodenya maka cuma satu yang bisa membuat hati kita tenang yaitu selalu bersyukur. Walapun saya juga tidak pernah memungkiri kerikil tajam dan badai yang menghantam idealisme saya suka bertamu juga. hihihi…. kalau sedang tidak ON, masya Allah bawaannya mengeluh terus….

Fuiiihh, beginilah hidup. Ada banyak rasa ; asin, asam, manis, pahit, umami, de el el….  mau ngga mau, suka tidak suka harus dijalani…. so, enjoy our life yuukkk…….Snapshot_20130302_14Numpang Narsis aaahh…. ^^

Guru baru, no pessimistic !

Bekerja pada sebuah sekolah dengan visi membangun peradaban. Menjadi seorang biology teacher. Atas izin Allah semuanya terjadi. Allah telah memberikan planing B saya sebagai planing terbaik. Sudah lima bulan menjadi guru baru. Rasanya campur aduk, ada suka duka dan terkadang diselingi oleh rasa sesak di kepala namun yang lebih menyenangkan adalah saat tertawa bersama mereka. Mujahid dan mujahidah pembangun peradaban.

Pengalaman saya dalam mengajar masih minim sekali namun saya tidak mau pasrah begitu saja. Proses belajar adalah proses sepanjang hidup maka dengan mengajar saya akan mengatakan bahwa

“setiap hari adalah hari belajar saya”.

Butuh keberanian besar untuk memulai petualangan ini. Masalah yang sering dihadapi seorang guru baru akan menjadi tempaan belajar untuk terus menjadi lebih baik. Ada hal yang tidak bisa dihindari dari seorang guru baru yaitu melakukan beberapa kesalahan saat mengajar. Kesalahan menjadi sebuah proses belajar. Dari sana kita akan temukan sebuah kebenaran. “oh, ternyata kalau begini salah ya. Berarti besok harus mencoba yang begitu….”.  Hal yang wajar dan tidak perlu berputus asa, karena hari esok pasti lebih baik (menyemangati diri sendiri ^^).

Adalagi nih, ketika bertemu dengan anak yang cerdasnya di atas rata-rata. Percaya tidak ? rasanya  percaya diri kita itu seperti hilang ditelan bumi dan membuat kita mati gaya di depannya. Terlebih lagi saat perlengkapan senjata yang kita bawa untuk mengajar di kelas kurang atau bahkan tumpul.

Tenang! Semuanya akan tetap baik-baik saja. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut biasanya saya akan bertanya dan membuka ruang diskusi dengan para rekan sejawat saya. Kalau ada waktu, saya juga suka observasi melihat cara guru yang lain mengajar, membaca buku atau browsing di internet. Biasanya akan muncul inspirasi baru dalam mengajar.

Beranilah melakukan kesalahan, sebab dari sana kita akan belajar!

Satoru sensei pernah bilang kepada seorang teman saya di empe, “maybe if you are a teacher ,you will have a lot of trouble. but enjoy them. because you work for the people. it is wonderful thing”.  Inilah kata-kata yang membuat saya semangat dan tidak boleh cepat berputus asa.

“ You must be the change you want to see in the world”  kata-kata ini  adalah salah satu pernyataan popular dari Mahatma Gandhi berpuluh tahun lalu. Anda harus menjadi perubahan yang ingin Anda lihat di dunia. Jika ingin mengubah dunia, maka perubahan harus dimulai dari diri kita, dari sikap kita, dari cara berfikir kita, dari daya tahan kita, dari jiwa dan dari cita-cita kita dan bukan dari orang lain. Sementara anak didik, menurut teman saya hanyalah imbas dari jiwa, semangat dan keikhlasan gurunya.

So, teruntuk para guru baru tetap semangat !

~^_^~