Kutipan

hikmah

Jangan diuraikan lagi….

Jika kita sudah susah payah mengumpulkan amalan2 kebaikan kita. Sudah ditabung sekian lama untuk bekal di akhirat nanti. Maka, jangan dicerai beraikan lagi dengan perbuatan2 yang Allah tidak suka. Karena akan mengikis semua pahala kebaikan yang selama ini ada.

Terus melakukan kebaikan kebaikan, baik yang tampak ataupun tersembunyi dan disaat ramai maupun sepi… Allah lebih suka amalan yang sedikit tapi istiqomah….

NTMS, terus memperbaiki hati agar tidak berpenyakit yuk….

*REPOST

Jangan diuraikan

Iklan
Kutipan

 

Beliau ibu kami, we love Ummu Fathi 💕💕

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu. ( HR. BUKHARI – MUSLIM)

lovely

💕💕

Lovely Mother

Mudik Asyik With My Duos

Status

mudik

Bismillah,

Ceritanya lagi off jualan selama seminggu ini karena mau fokus dengan mudik. Alhamdulillah dapat pengalaman luar biasa.

Pertama kali melakukan perjalanan jauh bertiga. Sy, zaidan dan qonita. Perjalanan menggunakan Fajar Utama Jogja 2 seat. Selama 6 jam di dalam kereta anak2 bisa terkondisikan. Terutama saat2 sy ke toilet, Zaidan ke toilet dan qonita ke toilet. Adyuhh… tanpa bantuan orang lain lagi…. biasanya ada si dia…

Setelah sampai haurgeulis kami melanjutkan perjalanan selama 1,5 jam naik angkot. Karena sudah ngga ada ayah (embah akung) yg menjemput. Perubahan suhu dari ruangan ber AC di kereta ke AC alami yang puanas cukup membuat sy khawatir anak2 akan kelelahan. Tapi ternyata mereka lebih strong dari pada emaknya. Hihihi… sampai2 Zaidan tertidur di dalam angkot.

Sebelum sampai patrol kami dioper ke angkot lain, hiks bolak balik bawa 2 anak plus 2 tas yg gede. Sampai patrol alhamdulillah langsung dapat elef. Naik lalu duduk di depan. Zaidan mulai tidak sabar dengan terus bertanya “udah mau sampai belum mi?”… kemudian terus berceloteh ” umi kok mobilnya kayak truk ya?”, ” umi, tempat duduknya kok panas ya, kayak kena api?” “Umi, … bla…bla…”. Rasa penasarannya belum habis sejak pertama berangkat. Selalu ada objek yg diamati lalu di ceritakan dan ditanyakan.

Setelah itu sy ngga kuat deh buat jalan. Dipilihkan naik becak, padahal jaraknya cuma 500m. Hehehe…

Setelah sampai, langsung teringat si dia yang pagi harinya mendapat kecelakaan. Syafakallah ya Abine Zaidan baik2 di rumah ya…

Sudah dua hari di Subang, alhamdulillah melihat rumah yang mulai sedikit berubah, ibu yang selalu masakannya paling enak sejagad. Adek kecil yang sholeh tapi sedang “tempe” karena masuk masa aqil baligh. Ketemu adek sholehah dari mesir yang lagi liburan di rumah, saudara2 ayah yg penuh suka cita membersamai kami dalam kebaikan.

Sepi tanpa dia dan dia….

Perjalanan ini membawa angin positif untuk Zaidan dan qonita. Terutama mas Zaidan yang sedikit menjadi lebih dewasa. Kesadarannya untuk dekat dengan masjid dan sholat jamaah mulai terbentuk. Kalau om nya mau ke masjid pingin ikut. Dzuhur saat om nya masih sekolah, dia ajak adiknya buat sholat dzuhur berjamaah. Masyaa Allah. Yakin ini teh bukan sy yang nyuruh. Qonita karena ngga bawa mukena, akhirnya pakai jilbab uminya.

Sy yang lagi di kamar akhirnya sekalian mengambil gambar deh… terharu melihat mereka berdua. So sweet. Meski kadang suka berantem rebut rebutan mainan, tapi kalau sudah kompak lagi ya kayak gini inih.

Barakallah nak, semoga kelak mas Zaidan bisa membimbing adik2nya ya dan jadi saudara yang menguatkan di dunia dan akhirat.

Love my kiddos as always

Sekian 🙂

#happymom #happykiddos

Ikhlas dalam beramal

Status

Ibnu Qayyim pernah berkata, “Jika kamu melihat keikhlasan dalam perbuatan ikhlasmu, maka keikhlasanmu harus di ikhlaskan lagi.”

Saudari syurgaku…
Ikhlas bukan perkara mudah dan ada dalam wilayah hati. Ikhlas adalah bagian diri saat berupaya melakukan amalan. Namun adalah kehendak Rabb untuk menilainya. Kita tak tahu apakah diri ikhlas atau tidak saat melakukan amalan.

Bahkan Ibnu Qayyim menegaskan dlm pernyataannya tadi, saat diri memiliki anggapan bahwa apa² yg dilakukan sudah ikhlas, justru mungkin pada saat itulah, belum ikhlas. Urusan diri adalah TERUS BERAMAL, bukan menghentikan aktifitas ibadah karena khawatir terjangkit riya saat melakukannya.

Fudhail Bin Iyadh rahimahullah berkata: “Beramal karena manusia adalah syirik, meninggalkan amalan karena manusia adalah riya’ dan ikhlas adalah Allah menyelamatkanmu dari keduanya”.

Umar ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ pernah menyampaikan jika diri dalam kondisi takut riya dalam beramal, tetaplah beramal disertai istighfar. Jika diri tidak jadi beramal shalih karena takut riya, itu juga riya.

Saat ada bisikan setan yang mengganggu dan membuat diri hendak riya atau seakan-akan riya, maka JANGANLAH BERHENTI dari kebaikan itu, bersamai dgn istighfar. Itu sebabnya Islam mengajarkan untuk beristighfar setiap selesai melakukan kebaikan, Karena boleh jadi dalam kebaikan itu ada saja kotoran-kotoran yang dapat merusaknya. Maka hapus kotoran itu dengan istighfar.

Implementasi yang pasti tetaplah beribadah, disertai istighfar, dan terus luruskan niat karena Allah.

Saudariku sayang…
Tak patut diri mengumbar kata cinta pada Rabb jika diri tak berusaha melangkah mendekat dalam taat, jika hati tak menghujam cemas dan harap utk dapat berjumpa dengan-Nya.

Penyesalan yang teramat besar adalah saat masa nanti mendapati “Syurga-Nya seluas langit dan bumi” NAMUN tidak ada jatah tempat utk diri di sana.

أسْتغْفر الّله الْعظيْم , ﻧﻌﻮﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ

#Semangat Tilawah
#Semangat Menjadi Pribadi Indah

-ummu adib-

Copy from grup odoj 2079
NOTE TO MY SELF
#ntms #remainder

13925342_10204795923217560_8214770780346166566_n

Kutipan

_MG_0035

Entah kenapa tiba-tiba pingin posting ini... 
Hari itu adalah hari dimana kami menjadi raja dan ratu sehari

Degub jantung yang berdetak kencang memikirkan inikah dia 
sosok imam yang akan menjadi guide dalam perjalanan menuju syugaMu....
ya, pastinya syurga kan yah. Tidak mau lah di bawa ke tempat lain

Dan semoga dari ridhonya lah jalan itu terbentang

Meski sampai saat ini ada banyak kekurangan dalam diri ini

Meski pengabdianku, ketaatanku masih seumur jagung

Dan tidak lepas dari itu semua... 
kami memohon kepada Mu ya Rabb, 
agar mengumpulkan kami bersama keluarga dalam syurga Mu... 
Kuatkan iman dan Islamnya untuk menuntun kami ke sana

#sakinahbersamamu #muslimwedding #fotojadul

 

_MG_0156

Soulmate